Sabtu, 28 Maret 2020

Dasar-Dasar Kewirausahaan


TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN
DASAR – DASAR KEWIRAUSAHAAN



Disusun Oleh :
Nama / NPM                           : Mohamad Yusuf       / 34416481
Kelas                                       : 4ID11
Mata Kuliah                            : Kewirausahaan #
Dosen                                     : Dini Tri Wardani 




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2020

Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata enterpreneurship yang berarti prilaku dinamis, berani mengambil resiko, reaktif, dan berkembang. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Kewirausahaan adalah sebuah proses seseorang dalam mengejar peluang yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Peluang tersebut diwujudkan dalam bentuk inovasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada. Kewirausahaan merupakan proses yang dinamis, yakni menciptakan sesuatu dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal, jasa dan tentunya resiko.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki, memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

TUJUAN KEWIRAUSAHAAN SECARA UMUM
Tujuan kewirausahaan tentunya berbeda-beda, tergantung dari individu yang ada di belakangnya. Secara umum, tujuan kewirausahaan tidak hanya baik untuk diri wirausahawan sendiri. Tujuan kewirausahaan sering kali lebih luas, yakni tujuan kewirausahaan dapat pula baik untuk pihak-pihak lain yang berada jauh dari bisnis tersebut.
1. Tujuan kewirausahaan : Meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas
Tujuan kewirausahaan yang pertama adalah meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini berdasarkan pada pemikiran jika seorang pembisnis tentunya membutuhkan sumber daya manusia lain untuk membantunya membangun perusahaan. Dengan bimbingan yang tepat, sumber daya manusia tersebut tidak hanya dapat diberdayakan kemampuannya, namun juga dapat dilatih dan dikembangkan supaya dapat menjadi calon wirausaha yang berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti, “si anak buah” akan mampu mandiri dan membuka usahanya sendiri. Setelah tujuan kewirausahaan ini terwujud, maka sang pembisnis telah berhasil meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas.
2. Tujuan kewirausahaan : Membudayakan semangat wirausaha di masyarakat
Wirausahawan dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang memiliki jiwa tangguh, kompetitif, dan pandai mencari peluang. Semangat wirausaha yang tidak pernah padam ini sangat baik jika mampu ditularkan ke masyarakat sebagai sebuah tujuan kewirausahaan yang selanjutnya. Tujuan kewirausahaan membudayakan semangat wirausaha di masyarakat dapat diwujudkan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan bersikap seperti apa adanya seorang entrepreneur. Sikap tersebut tentunya akan menginspirasi dan membuat masyarakat tergerak untuk mencoba berwirausaha. Sikap tangguh dan tidak mudah menyerah juga sebaiknya diperlihatkan supaya tujuan kewirausahaan ini dapat membangun semangat orang-orang muda di masyarakat supaya mau bekerja keras untuk mendapatkan keberhasilan.
3. Tujuan kewirausahaan : Memajukan dan menyejahterakan masyarakat
Tujuan kewirausahaan yang selanjutnya adalah untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Semakin sukses dan semakin berkembangnya sebuah bisnis, pasti akan membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia. Hal ini berarti semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka bagi masyakarat. Dengan berkurangnya jumlah pengangguran, berarti sebuah bisnis telah berhasil mewujudkan tujuan kewirausahaan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
-          Percaya diri
-          Berorientasikan tugas dan hasil
-          Pengambil risiko
-          Kepemimpinan
-          Keorisinilan
-          Berorientasi ke masa depan
-          Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
-          Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
-          Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.
-          Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
-          Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
-          Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
-          Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
-          Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Manfaat Wirausaha
1.        Membantu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar
perekonomian masyarakat setempat.
2.        Mengurangi Tingkat Pengangguran di Lingkungan Sekitar
3.        Melatih Individu untuk Bisa Memanfaatkan Peluang
4.        Melatih Individu Menjadi Pribadi yang Jauh Lebih Baik Lagi
5.        Berpeluang dalam Meraih Keuntungan dengan Optima

Tahap-tahap kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
-            Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.
-            Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
-            Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
-            Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.






Minggu, 30 Juni 2019

Kecelakaan Kerja


TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
( KECELAKAAN KERJA )




Disusun Oleh:

Nama  : Mohamad Yusuf
NPM    : 34416481
Kelas   : 3ID11
Dosen  : Adi Pramudyo






JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019

Empat karyawan pabrik gula rafinasi PT Dharmapala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2009), tewas akibat kecelakaan kerja. Peristiwa bermula saat lima karyawan bagian kebersihan, yakni Feri Kisbianto (25), Karsito (30), Puji Sutrino (27), Jumono (35), dan Adi Purwanto (27), sedang bertugas membersihkan sisa-sisa produksi di Turbin Seed R1 (pengolahan) sekitar pukul 10.30. Sebelum pekerjaan itu selesai, tiba-tiba seorang karyawan bagian processing bernama Ridho menyalakan keran uap gula yang bersuhu sekitar 400 derajat celsius ke arah turbin tersebut. Akibatnya, lima karyawan yang masih membersihkan Turbin Seed R1 langsung berteriak kesakitan. Nasib yang beruntung dialami oleh Adi Purwanto karena ia berhasil diselamatkan, sedangkan empat karyawan lainnya meninggal di lokasi kejadian dalam kondisi badan melepuh.
Semua korban meninggal berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.00 dan jenazahnya segera dilarikan ke RSUD Cilacap. Seorang saksi mata, Udin, mengatakan, uap gula tersebut mengucur dari keran selama tiga menit. "Empat korban langsung meninggal di tempat itu," katanya. Menurut dia, karyawan bagian pemrosesan yang menyalakan keran tersebut sempat dikeroyok oleh karyawan lainnya karena dianggap seharusnya mengetahui jika ada karyawan yang sedang bertugas membersihkan turbin sejak lima hari lalu.
Faktor penyebab kecelakaan kerja, penyebab dasar kecelakaan kerja adalah kelalaian seseorang, kesalahan terletak pada karyawan processing. Menanggapi kecelakaan yang telah menewaskan empat orang tersebut, seharusnya karyawan processing bersikap lebih hati-hati dan teliti yaitu dengan memastikan bahwa tangki gula krsital tersebut telah kosong serta aman dialirkan uap ke dalamnya, maka mungkin kecelakaan kerja tersebut tidak akan terjadi. Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan kerja.
Penyebab kecelakaan yang lain adalah kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan tersebut. Beberapa tindakan perusahaan yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera di sekitar alat tersebut sehingga karyawan processing dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang. Tindakan yang lain yang dapat dilakukan yaitu  pada tangki tersebut dapat dipasang sebuah alat pendeteksi di mana apabila di dalam tangki masih terdapat orang atau benda asing, maka ada sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.

Sumber 


Minggu, 28 April 2019

Perusahaan Multinasional


TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(PERUSAHAAN MULTINASIONAL TOYOTA)


         

Disusun Oleh:

Nama  : Mohamad Yusuf
NPM    : 34416481
Kelas   : 3ID11
Dosen  : Adi Pramudyo




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019


1.        Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berkembang atau berusaha di banyak negara, biasanya perusahaan ini sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor atau pabrik di berbagai negara. Perusahaan multinasional biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. Contoh perusahaan multinasional yaitu Toyota. Toyota adalah sebuah pabrikan mobil yang berasar dari Jepang, yang berpusat di Toyota, Aichi saat ini. Toyota adalah sebuah pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.

2.        Sejarah Toyota

Toyota berdiri pada September 1933. Perusahaan yang memproduksi 1 mobil tiap 50 menit ternyata menggunakan penamaan Toyota karena lebih mudah penyebutannya daripada memakai nama keluarga pendirinya yaitu Toyoda. Sakichi Toyoda lahir pada Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Sakichi Toyoda dikenal sebagai penemu sejah berusiah belasan tahun, pada usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun, kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yaitu Toyota Automatic Loom Works, Ltd pada November 1926..Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik.
Tahun 1936 Toyota meluncurkan mobil penumpang pertamanya mereka yaitu Toyoda AA. Model ini dikembangkan dari prototype model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini diharapkan menjadi mobil rakyat. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh pada tahu 1940, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Pada tahun 1947, penjualan mobil Toyota di dalam negeri sudah mencapai 100.000 kendaraan.Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8 sampai 8,5 juta unit mobil di seluruh dunia setiap tahunnya.

3.        Logo Toyota


Logo adalah suatu gambar atau sketsa yang mempunyai arti tertentu, dan dapat dapat memberi sebuah arti dari perusahaan tersebut. Tahun 1989 Toyota memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga menjelaskan tentang semangat pemahaman dalam desain. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan memengaruhi sekelilingnya. Berikut adalah logo Toyota.

     Pada logo tersebut, ada dua faktor yang membawa masa depan yang cerah. Pertama, visual yang kuat sehingga mudah untuk dipahami oleh masyarakat luas bahwa logo ini milik Toyota. Kedua, bentuk oval yang mirip sebuah bola dunia yang artinya toyota siap untuk menjadi perusahaan otomotif internasional, jika diperhatikan, ada tiga bentuk oval pada logo toyota yang digabungkan dalam susunan simetris horizontal. Dua oval yang berada di dalam oval besar, menggambarkan jantung pelanggan dan jantung perusahaan, selain itu, terlihat huruf T pada dua oval di dalam oval besar yang merupakan simbol untuk Toyota, pada oval bagian luar atau paling besar, menggambarkan bola dunia yang merangkul Toyota didalamnya. Ruang kosong pada latar belakang logo, menunjukkan nilai yang tak terbatas dan hendak disampaikan kepada pelanggan. Kedua oval tersebut sebagai hubungan yang saling menguntungkan, serta saling percaya antara Toyota dan pelanggan.

4.        Kepemimpinan Toyota.

Berikut adalah kepemimpinan toyota yaitu, presiden toyota motor industries, presiden toyota motor comporation, danceo toyota motor corporation.
Presiden Toyota Motor Industries:
Rizaburo Toyoda (1937–1941)
Kiichiro Toyoda (1941–1950)
Taizo Ishida (1950–1961)
Fukio Nakagawa (1961–1967)
Eiji Toyoda (1967–1982)
Presiden Toyota Motor Corporation:
Eiji Toyoda (1967–1981)
Shoichiro Toyoda (1982–1992)
CEO Toyota Motor Corporation:
Dr. Tatsuro Toyoda (1992–1995)
Hiroshi Okuda (1995–1999)
Fujio Cho (1999–2005)
Katsuaki Watanabe (2005–2009)
Akio Toyoda (2009-sekarang)
Ketua Toyota Motor Corporation:
Shoichiro Toyoda (1992–1999)
Hiroshi Okuda (1999–2006)
Fujio Cho (2006-sekarang)

5.        Visi dan Misi Toyota.
Visi merupakan gambaran atau tujuan suatu lembaga atau perusahaan dimasa yang akan datang. Misia adalah cara lembaga atau perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah visi dan misi toyota.

Visi : Menjadi perusahaan otomotif yang paling sukses dan dihormati di kawasan Asia Tenggara dengan memberikan pengalaman terbaik dalam kepemilikan kendaraan

Misi :
1.   Secara berkesinambungan menyediakan produk dan jasa yang berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pelanggan melalui program pemasaran yang terbaik
2.   Mengembangkan karyawan yang berkompeten dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk mendukung tercapainya kepuasan pelanggan
3.  Memperkuat kolaborasi dengan produsen, dealer utama dan dealer-dealer melalui komunikasi dan kerjasama yang lebih baik.
4.  Untuk mengembangkan operasi perusahaan yang sehat dalam segala aspek, misalnya  pemenuhan peraturan, lingkungan dan lain-lain.

6.        Toyota Way

Toyota Way adalah filosofi atau pedoman atau bisa disebut juga prinsip manajemen yang diterapkan di perusahaan Toyota. Filosofi ini terdiri dari berbagai hal termasuk Toyota Production System atau sistem produksi toyota. Berikut penjelasan 14 prinsip The Toyota Way yang terbagi dalam beberapa bagian.
1. Filosofi Jangka Panjang (Bagian I):
Prinsip 1: Prinsip Toyota Way yang pertama adalah berhubungan dengan keputusan. Keputusan manajemen didasarkan pada filosofi jangka panjang walau harus mengorbankan keuangan jangka pendek, dari sini bisa dilihat bahwa yang menjadi fokus Toyota adalah perjalanan dan hasil untuk jangka panjang yang lebih penting dari hasil jangka pendek, dengan demikian perusahaan akan terus berkembang untuk kedepannya

2. Proses Benar Memberikan Hasil Benar (Bagian II)
Prinsip 2: Menciptakan sebuah proses yang berkelanjutan sehingga akan mengangkat semua permasalahan ke permukaan. Toyota memang selalu menciptakan proses kerja yang berkelanjutan sehingga tidak ada waktu kosong (idle). Bila perlu proses kerja yang ada akan didesain ulang agar bisa melihat permasalahan apa yang telah terjadi.
Prinsip 3: Menggunakan sistem “tarik” (pull) agar produksi tidak berlebih.
Berikan pelanggan dengan apa yang mereka inginkan pada saat waktu yang mereka butuhkan serta dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Prinsip 4: Meratakan beban kerja, berkejalah layaknya seekor kura-kura dan tidak seperti seekor kelinci. Semua beban kerja akan diratakan kepada setiap sumber daya yang ada. Biar lambat, semua beban terselesaikan dengan baik.
Prinsip 5: Membangun budaya untuk berhenti memperbaiki masalah dengan demikian maka kualitas terbaik akan diperoleh dari awal. Bagi pelanggan, kualitas adalah nomor satu. Oleh karena itu, hindari kebiasaan untuk memperbaiki masalah dimana hal ini akan membuat kualitas terbaik dari awal produksi.
Prinsip 6: Tugas dan proses terstandar adalah sebuah dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan untuk pemberdayaan karyawan. Metode yang sudah terbukti stabil bisa digunakan terus menerus secara berulang-ulang tanpa melupakan aspek perbaikan jika dibutuhkan sehingga dari mulai tugas, proses dan kemampuan karyawan akan terus menjadi baik.
Prinsip 7: Menggunakan pengendalian secara visual sehingga tidak akan ada masalah tersembunyi. Indikator yang dapat divisualkan secara sederhana akan membantu semua komponen menyelesaikan tugas dan masalahnya. Prinsip yang menyimpang dari filosofi akan mudah diketahui.
Prinsip 8: Hanya menggunakan teknologi handal yang sudah teruji guna melayani semua orang dan proses. Ya, hanya menggunakan teknologi terpercaya dan teruji untuk membantu semua orang serta membantu proses yang ada.

3. Menambah Nilai Perusahaan Dengan Cara Mengembangkan Orang Serta Mitra Kerja (Bagian III)
Prinsip 9: Mengembangkan seorang pemimpin untuk benar-benar memahami tugas atau pekerjaannya, menjiwai secara dalam filosofi yang sudah ditetapkan, dan mengajarkannya kepada yang lain. Lebih baik untuk mengembangkan pemimpin dari dalam perusahaan sendiri bukan dengan cara mendatangkan dari luar. Tentu hal ini lebih baik dilihat dari banyak hal.
Prinsip 10: Mengembangkan orang dan tim yang memiliki kemampuan yang bisa menganut filosofi perusahaan. Budaya dan sistem yang kuat serta stabil akan membuat seluruh sumber daya manusia menjiwai dan mengikutinya. Selanjutnya, latih diantara mereka yang memiliki kemampuan luar biasa untuk dikembangkan lebih maju.
Prinsip 11: Hormati atau respek kepada jaringan mitra serta pemasok anda dengan cara memberikan mereka tantangan baru serta membantunya untuk melakukan peningkatan., menghormati mitra dan pemasok adalah kewajiban, namun dengan cara memberi mereka tantangan yang akan membuat mereka melakukan peningkatan.

4. Menyelesaikan Akar Permasalahan Secara Terus-Menerus Untuk Mendorong Pembelajaran Organisasi (Bagian IV)
Prinsip 12: Turun langsung untuk melihat sendiri situasi dan kondisi sebenarnya (genchi genbutsu).
Prinsip 13. Mengambil keputusan dengan perlahan dengan cara konsensus, serta seksama dalam mempertimbangkan pilihan dan implementasikan atau menerapkan keputusan secara cepat (nemawashi).
Prinsip 14. Menjadi sebuah perusahaan pembelajar dengan cara refleksi pada diri secara terus menerus (hansei) serta peningkatan yang berkesinambungan (kaizen).




Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional
https://id.wikipedia.org/wiki/Toyota
https://www.academia.edu/7835654/Visi_dan_Misi_TOYOTA_Visi
https://www.liputan6.com/otomotif/read/3238939/tahukah-anda-sejarah-oval-di-logo-toyota
https://koinworks.com/blog/prinsip-toyota-way/