TUGAS
SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN
DASAR
– DASAR KEWIRAUSAHAAN
Disusun
Oleh :
Nama / NPM : Mohamad Yusuf / 34416481
Kelas : 4ID11
Mata Kuliah : Kewirausahaan #
Dosen : Dini Tri Wardani
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2020
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan
berasal dari kata enterpreneurship yang berarti prilaku dinamis, berani
mengambil resiko, reaktif, dan berkembang. Wirausaha sering juga disebut
wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam
mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian
wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Wiraswasta
tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus
berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan
wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih
dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan
padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan
wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani,
teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri;
swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas
kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira
berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha
adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan
menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk
mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih
kesuksesan.
Kewirausahaan
adalah sebuah proses seseorang dalam mengejar peluang yang ada untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginannya. Peluang tersebut diwujudkan dalam bentuk inovasi
dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada. Kewirausahaan merupakan
proses yang dinamis, yakni menciptakan sesuatu dengan menggunakan waktu dan
kegiatan disertai modal, jasa dan tentunya resiko.
Kewirausahaan
memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena
berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya,
mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang
wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada
masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi
inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi
risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose
(1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam
sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan
mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan
pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas,
atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter
Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda.
Menurut
Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang
mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha
baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah
suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak
seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu
berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan
dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya.
Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif
dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan
pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan
kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari
peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui
berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam
menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri,
dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif
kedalam dunia nyata secara kreatif.Pengertian kewirausahaan relatif
berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau
penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru
(Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934),
ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight,
1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
Kewirausahaan
adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif
untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan
sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki,
memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti
memiliki nilai lebih dari sebelumnya.
TUJUAN KEWIRAUSAHAAN SECARA UMUM
Tujuan
kewirausahaan tentunya berbeda-beda, tergantung dari individu yang ada di
belakangnya. Secara umum, tujuan kewirausahaan tidak hanya baik untuk diri
wirausahawan sendiri. Tujuan kewirausahaan sering kali lebih luas, yakni tujuan
kewirausahaan dapat pula baik untuk pihak-pihak lain yang berada jauh dari
bisnis tersebut.
1. Tujuan
kewirausahaan : Meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas
Tujuan
kewirausahaan yang pertama adalah meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas.
Tujuan kewirausahaan ini berdasarkan pada pemikiran jika seorang pembisnis
tentunya membutuhkan sumber daya manusia lain untuk membantunya membangun
perusahaan. Dengan bimbingan yang tepat, sumber daya manusia tersebut tidak
hanya dapat diberdayakan kemampuannya, namun juga dapat dilatih dan
dikembangkan supaya dapat menjadi calon wirausaha yang berkualitas. Tujuan
kewirausahaan ini tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti, “si anak
buah” akan mampu mandiri dan membuka usahanya sendiri. Setelah tujuan
kewirausahaan ini terwujud, maka sang pembisnis telah berhasil meningkatkan
jumlah wirausaha berkualitas.
2. Tujuan
kewirausahaan : Membudayakan semangat wirausaha di masyarakat
Wirausahawan
dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang memiliki jiwa tangguh, kompetitif,
dan pandai mencari peluang. Semangat wirausaha yang tidak pernah padam ini
sangat baik jika mampu ditularkan ke masyarakat sebagai sebuah tujuan kewirausahaan
yang selanjutnya. Tujuan kewirausahaan membudayakan semangat wirausaha di
masyarakat dapat diwujudkan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan
bersikap seperti apa adanya seorang entrepreneur. Sikap tersebut tentunya akan
menginspirasi dan membuat masyarakat tergerak untuk mencoba berwirausaha. Sikap
tangguh dan tidak mudah menyerah juga sebaiknya diperlihatkan supaya tujuan
kewirausahaan ini dapat membangun semangat orang-orang muda di masyarakat
supaya mau bekerja keras untuk mendapatkan keberhasilan.
3. Tujuan
kewirausahaan : Memajukan dan menyejahterakan masyarakat
Tujuan
kewirausahaan yang selanjutnya adalah untuk memajukan dan menyejahterakan
masyarakat. Semakin sukses dan semakin berkembangnya sebuah bisnis, pasti akan
membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia. Hal ini berarti semakin
banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka bagi masyakarat. Dengan berkurangnya
jumlah pengangguran, berarti sebuah bisnis telah berhasil mewujudkan tujuan
kewirausahaan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.
Ciri-ciri
dan Sifat kewirausahaan
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka
setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam
kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
-
Percaya
diri
-
Berorientasikan
tugas dan hasil
-
Pengambil
risiko
-
Kepemimpinan
-
Keorisinilan
-
Berorientasi
ke masa depan
-
Jujur
dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
-
Memiliki
sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
-
Selalu
berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan
ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki
inisiatif.
-
Memiliki
kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
-
Bertingkah
laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran
dan kritik yang membangun.
-
Memiliki
inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan
bisnis yang luas.
-
Memiliki
persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
-
Memiliki
keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.
Manfaat Wirausaha
1.
Membantu
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar
perekonomian masyarakat setempat.
2.
Mengurangi Tingkat Pengangguran di Lingkungan Sekitar
3.
Melatih Individu untuk Bisa Memanfaatkan Peluang
4.
Melatih Individu Menjadi Pribadi yang Jauh Lebih Baik Lagi
5.
Berpeluang dalam Meraih Keuntungan dengan Optima
Tahap-tahap kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
-
Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan
segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang
mungkin apakah membuka usaha baru, Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan
dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.
-
Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang
terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan,
organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil
keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
-
Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai
melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai
dengan kondisi yang dihadapi.
-
Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami
perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu
pilihan yang mungkin diambil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar