TUGAS
SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN
CARA
MENYUSUN BISNIS
Disusun
Oleh :
Nama / NPM : Mohamad
Yusuf / 34416481
Kelas : 4ID11
Mata Kuliah : Kewirausahaan #
Dosen :
Dini Tri Wardani
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2020
Pengertian Bisnis
Bisnis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun
organisasi yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian,
maupun pertukaran barang/ jasa, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau
laba.
Kata
“bisnis” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “business” yang
artinya kesibukan. Dalam konteks sederhana, yang dimaksud dengan kesibukan
adalah melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan pada
seseorang.
Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti bisnis, maka kita dapat merujuk pada pendapat
beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian bisnis menurut para ahli:
1. Hughes dan Kapoor
Menurut Hughes dan Kapoor, definisi bisnis adalah suatu kegiatan individu
yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna
mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Brown dan Pretello
Menurut Brown dan Pretello, pengertian bisnis adalah lembaga yang
menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta semua hal
yang mencakup berbagai usaha yang dilakukan pemerintah maupun swasta tidak peduli
mengejar laba ataupun tidak.
3. Jeff Madura
Menurut Jeff Madura, pengertian bisnis adalah perusahaan yang menyediakan
produk atau layanan yang diinginkan oleh pelanggan.
4. L. R. Dicksee
Menurut L. R. Dicksee, definisi bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang
utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau
yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.
Penggunaan kata “bisnis” dapat dibedakan menjadi tiga, tergantung skupnya.
Kata bisnis dapat merujuk pada:
- Badan Usaha, yaitu
kesatuan Yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.
- Sektor Pasar Tertentu, misalnya pasar Modal.
- Seluruh aktivitas pada komunitas produsesn barang dan jasa.
Dalam memulai bisnis lebih baik dimulai dari merencanakan rencana bisnis
terlebih dahulu untuk memudahkan kita dalam memulai suatu bisnis.
Business Plan atau Perencanaan
Bisnis merupakan pernyataan formal yang berisi tujuan berdirinya
sebuah bisnis, alasan mengapa pendiri bisnis tersebut yakin tujuan tersebut
bisa dicapai dan juga strategi atau rencana apa yang akan dijalankan guna
mencapai tujuan tersebut. Rencana bisnis juga bisa mengandung informasi
mengenai latar belakang organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk
memenuhi tujuan itu.
Lalu, apa sebenarnya tujuan dibuatnya bisnis plan dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk
menyusunnya? Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai bisnis plan atau rencana bisnis ke depannya.
Fungsi Bisnis
Semua kegiatan bisnis berfungsi untuk membuat sesuatu yang awalnya kurang
bernilai menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
setelah diolah.
Adapun beberapa fungsi bisnis adalah sebagai berikut:
Form Utility, yaitu fungsi
produksi dimana sebuah bisnis menghasilkan suatu barang atau jasa yang
dibutuhkan masyarakat. Misalnya, perusahaan furniture, perusahaan jasa keuangan.
Place Utility, yaitu fungsi
distribusi dimana sebuah bisnis menyalurkan suatu barang/ jasa ke lokasi
terdekat yang bisa dijangkau konsumen.
Possessive Utility, yaitu fungsi
penjualan dalam bisnis.
Time Utility, yaitu fungsi
penyimpanan dan pemasaran dalam bisnis, dimana barang pada saat itu kurang
bermanfaat untuk nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat.
Menurut Steinhoff dalam bukunya The World Of Business (1979), ada tiga
fungsi utama dari suatu bisnis, yaitu:
Acquiring Raw Material, yaitu untuk mencari
bahan mentah.
Manufacturing Raw Materials Into Product, yaitu mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
Distributing Product to Consumers, yaitu untuk menyalurkan produk yang dihasilkan kepada konsumen.
Tujuan Bisnis
Tujuan utama
dari semua bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang dan
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun beberapa tujuan bisnis adalah
sebagai berikut:Untuk memperoleh keuntungan dari
kegiatan bisnis.
-
Untuk pengadaan barang
ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
-
Untuk mencapai
kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat.
-
Menciptakan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat.
-
Untuk menunjukkan
eksistensi suatu perusahaan dalam jangka panjang.
-
Untuk meningkatkan
kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
-
Untuk menunjukkan
prestise dan prestasi.
Tujuan Bisnis Plan
Bisnis plan sangat penting dilakukan karena memiliki
beberapa tujuan utama yang dapat menguntungkan perusahaan ke depannya. Berikut
ini beberapa tujuan dari adanya bisnis plan:
-
Membantu Anda agar
tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan saat awal ingin
membuka sebuah bisnis.
-
Alat untuk mencari
dana, sehingga Anda dapat mengatur keuangan dan berhasil dalam bisnis.
-
Sarana komunikasi
untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Hal ini akan
membuat mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis Anda.
-
Mempermudah untuk
menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-langkah praktis dalam menghadapi
persaingan, membuat promosi, dan sebagainya, sehingga usaha akan lebih efektif
dan menghasilkan keuntungan.
-
Membuat pengawasan
lebih mudah dalam operasional yang akan dilakukan.
Cara Menyusun
Bisnis Plan
Suatu perusahaan atau pelaku bisnis harus bisa
memahami dan menyusun bisnis plan bagi perkembangan bisnis
mereka. Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah dalam menyusun
bisnis plan dengan baik.
Kenali Bisnis
Pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam
mengenai bentuk, potensi, dan segala tantangan yang ada pada bisnis. Dalam
tahap ini Anda bisa menggunakan teknik analisis SWOT. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk
membangun bisnis yang sesuai dengan keinginan dan dapat memberikan keuntungan
maksimal. Dengan mengenali bisnis yang dimiliki,
Anda akan mengetahui langkah seperti apa ke depan dan memahami setiap resiko yang
mungkin bisa terjadi.
Tentukan Arah
Pandangan yang terarah mengenai tujuan dan sasaran
perusahaan memang harus dimiliki seluruh pebisnis. Dengan adanya arah yang
jelas, maka Anda tak akan kesulitan nantinya dalam merancang alur dari rencana
bisnis tersebut. Buatlah tujuan dan sasaran bisnis yang jelas dan terarah agar
dapat mencapainya dengan lebih mudah.
Tentukan Target Bisnis
Dengan menentukan target bisnis plan yang tepat, Anda
bisa menyesuaikan konten bisnis plan dengan baik dan benar. Misalkan target
bisnis plan adalah klien, maka Anda harus menyusun rencana bisnis tersebut
dengan lebih serius, mendalam, dan profesional. Dengan adanya target, Anda akan
semakin terpacu untuk mencapai apa yang ditetapkan sedari awal.
Tulis Rencana Bisnis
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dituliskan
dalam bisnis plan:
-
Misi Bisnis
-
Ringkasan Efektif
-
Penawaran Produk atau
Jasa
-
Target Pasar
-
Marketing Plan
-
Analisis Industri dan
Tingkat Persaingan
-
Laporan Keuangan
-
Resume of Company
Principal
-
Penawaran
-
Lampiran
Bisnis plan memang tidak wajib
dilakukan pebisnis sebelum memulai usaha, namun ada baiknya untuk meluangkan
waktu dalam menulis bisnis plan. Saat Anda mulai menulis
bisnis plan, tanpa disadari Anda dapat mengetahui seberapa besar
keinginan untuk membuka bisnis tersebut dan seberapa besar kesiapan Anda.
Tapi pada dasarnya, untuk menyusun sebuah Bussiness Plan yang baik, kita
harus mencantumkan elemen berikut ini :
NAMA BISNIS ANDA
Hal pertama yang harus Anda cantumkan tentu saja nama bisnis Anda. Anda
juga bisa menceritakan sedikit tentang bisnis Anda, latar belakang bisnis Anda,
atau hal apa saja yang bisa menjelaskan tentang bisnis Anda. Singkat saja tidak
usah panjang-panjang.
TUJUAN (VISI &
MISI) PERUSAHAAN
Setiap perusahaan atau bisnis pasti memiliki tujuan. Anda tulis secara
spesifik visi dan misi bisnis Anda di sini. Anda bisa juga memulainya dengan
menulis visi bisnis Anda.
Visi adalah tujuan besar atau tujuan utama yang ingin Anda raih lewat
bisnis Anda. Misi adalah tujuan-tujuan lebih kecil yang bertujuan untuk
mencapai visi bisnis Anda.
ANALISA PRODUK/JASA
DALAM BISNIS ANDA
Di sini Anda harus menjelaskan secara detail tentang produk atau jasa yang
Anda jual. Jelaskan juga kapasitas produksi Anda dalam sebulan seberapa banyak,
dan bagaimana strategi yang akan Anda lakukan untuk memenuhi target produksi
Anda. Jangan lupa juga untuk menjelaskan kelebihan produk Anda yang tidak
dimiliki oleh pesaing lain.
TARGET MARKET BISNIS
ANDA
Di bagian ini Anda harus menjelaskan secara spesifik target market Anda
seperti apa. Anda jelaskan berapa umur target market yang akan Anda tembak,
mereka berasala dari wilayah mana, daya belinya seberapa besar, hingga
bagaimana kehidupan sehari-hari mereka. Jika customer Anda kebanyakan berada di
pusat perbelanjaan, Anda jelaskan pusat perbelanjaan yang seperti apa. Jika
customer Anda berasal dari internet, jelaskan secara rinci berapa jumlahnya dan
bagaimana kebiasaan mereka dalam menggunakan internet. Anda harus mampu
menganalisa dan memprediksi perkembangan pangsa pasar Anda. Jika pangsa pasar
Anda terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, maka bisnis Anda adalah
bisnis yang sangat potensial dan mampu menarik perhatian investor untuk
memberikan modal.
Dari analisa target market ini nantinya Anda bisa mengambil keputusan untuk
strategi marketing yang akan Anda gunakan.
STRATEGI PEMASARAN
YANG AKAN ANDA GUNAKAN
Setelah Anda membuat analisa target market, Anda bisa mengambil keputusan
bagaimana strategi marketing yang akan Anda buat untuk memasarkan produk Anda. Misalnya
dari analisa target market di atas, Anda menemukan data bahwa market potensial
Rukmi Batik ada di Instagram, maka selanjutnya Anda harus membuka toko online
di Instagram dan memasarkan produk Anda di sana setiap hari.
Di bagian ini juga Anda harus menjelaskan bagaimana strategi promosi yang
bisa Anda gunakan untuk memikat konsumen dan mengalahkan pesaing Anda. Misalnya
dengan promo double diskon, giveaway, special member, dan sebagainya.
ANALISA KEUANGAN
Bagian terpenting dalam Bussiness Plan. Jika di bagian ini Anda sudah
salah, maka ke depannya bisnis Anda akan semakin salah. Karena itu pastikan
Anda teliti dan realistis dalam menyusun analisa keuangan.
Dalam analisa keuangan ini nantinya Anda akan menulis berapa saja biaya
(modal) yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda, yang mencakup :
-
Biaya produksi
-
Biaya marketing
-
Biaya sewa tempat
untuk usaha (bila ada)
-
Pengadaan alat untuk
usaha (termasuk alat produksi, komputer, dan alat tulis kantor jika ada)
-
Biaya transportasi
-
Gaji tim (termasuk
gaji Anda sebagai direktur dan gaji karyawan-karyawan Anda)
Setelah Anda menemukan total biaya yang harus Anda keluarkan untuk memulai
bisnis Anda, selanjutnya tugas Anda adalah menghitung BEP (Break Event Point).
Break Event Point ini berguna untuk menentukan kapan bisnis Anda akan balik
modal / impas (total penjualan sudah mampu menutup total biaya start up atau
modal).
Setelah bisnis Anda mencapai BEP, bulan-bulan selanjutnya bisnis Anda
tinggal menghasilkan keuntungan. Biasanya, semakin cepat BEP Anda raih, semakin
tertarik investor dalam menanamkan modalnya.
PROYEKSI OMSET DAN
PROFIT
Setelah Anda membuat analisa perhitungan total modal dan BEP, tugas
selanjutnya bagi Anda adalah membuat proyeksi omset dan profit untuk
bulan-bulan berikutnya. Cara membuat proyeksi omset dan profit :
-
Anda tentukan target
produksi untuk bulan-bulan berikutnya setelah BEP
-
Anda hitung biaya operasional
yang diperlukan untuk produksi dalam sebulan
-
Anda buat jumlah
target penjualan setiap bulan
-
Dari sini Anda bisa
menghitung omset setiap bulan
-
Setelah itu kurangi
jumlah omset dengan biaya operasional (termasuk biaya produksi, gaji karyawan setiap
bulan, tagihan lisrik air, dan biaya marketing) agar Anda bisa menentukan
profit yang dihasilkan berapa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar