Minggu, 28 April 2019

Perusahaan Multinasional


TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(PERUSAHAAN MULTINASIONAL TOYOTA)


         

Disusun Oleh:

Nama  : Mohamad Yusuf
NPM    : 34416481
Kelas   : 3ID11
Dosen  : Adi Pramudyo




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019


1.        Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berkembang atau berusaha di banyak negara, biasanya perusahaan ini sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor atau pabrik di berbagai negara. Perusahaan multinasional biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. Contoh perusahaan multinasional yaitu Toyota. Toyota adalah sebuah pabrikan mobil yang berasar dari Jepang, yang berpusat di Toyota, Aichi saat ini. Toyota adalah sebuah pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.

2.        Sejarah Toyota

Toyota berdiri pada September 1933. Perusahaan yang memproduksi 1 mobil tiap 50 menit ternyata menggunakan penamaan Toyota karena lebih mudah penyebutannya daripada memakai nama keluarga pendirinya yaitu Toyoda. Sakichi Toyoda lahir pada Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Sakichi Toyoda dikenal sebagai penemu sejah berusiah belasan tahun, pada usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun, kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yaitu Toyota Automatic Loom Works, Ltd pada November 1926..Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik.
Tahun 1936 Toyota meluncurkan mobil penumpang pertamanya mereka yaitu Toyoda AA. Model ini dikembangkan dari prototype model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini diharapkan menjadi mobil rakyat. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh pada tahu 1940, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Pada tahun 1947, penjualan mobil Toyota di dalam negeri sudah mencapai 100.000 kendaraan.Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8 sampai 8,5 juta unit mobil di seluruh dunia setiap tahunnya.

3.        Logo Toyota


Logo adalah suatu gambar atau sketsa yang mempunyai arti tertentu, dan dapat dapat memberi sebuah arti dari perusahaan tersebut. Tahun 1989 Toyota memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga menjelaskan tentang semangat pemahaman dalam desain. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan memengaruhi sekelilingnya. Berikut adalah logo Toyota.

     Pada logo tersebut, ada dua faktor yang membawa masa depan yang cerah. Pertama, visual yang kuat sehingga mudah untuk dipahami oleh masyarakat luas bahwa logo ini milik Toyota. Kedua, bentuk oval yang mirip sebuah bola dunia yang artinya toyota siap untuk menjadi perusahaan otomotif internasional, jika diperhatikan, ada tiga bentuk oval pada logo toyota yang digabungkan dalam susunan simetris horizontal. Dua oval yang berada di dalam oval besar, menggambarkan jantung pelanggan dan jantung perusahaan, selain itu, terlihat huruf T pada dua oval di dalam oval besar yang merupakan simbol untuk Toyota, pada oval bagian luar atau paling besar, menggambarkan bola dunia yang merangkul Toyota didalamnya. Ruang kosong pada latar belakang logo, menunjukkan nilai yang tak terbatas dan hendak disampaikan kepada pelanggan. Kedua oval tersebut sebagai hubungan yang saling menguntungkan, serta saling percaya antara Toyota dan pelanggan.

4.        Kepemimpinan Toyota.

Berikut adalah kepemimpinan toyota yaitu, presiden toyota motor industries, presiden toyota motor comporation, danceo toyota motor corporation.
Presiden Toyota Motor Industries:
Rizaburo Toyoda (1937–1941)
Kiichiro Toyoda (1941–1950)
Taizo Ishida (1950–1961)
Fukio Nakagawa (1961–1967)
Eiji Toyoda (1967–1982)
Presiden Toyota Motor Corporation:
Eiji Toyoda (1967–1981)
Shoichiro Toyoda (1982–1992)
CEO Toyota Motor Corporation:
Dr. Tatsuro Toyoda (1992–1995)
Hiroshi Okuda (1995–1999)
Fujio Cho (1999–2005)
Katsuaki Watanabe (2005–2009)
Akio Toyoda (2009-sekarang)
Ketua Toyota Motor Corporation:
Shoichiro Toyoda (1992–1999)
Hiroshi Okuda (1999–2006)
Fujio Cho (2006-sekarang)

5.        Visi dan Misi Toyota.
Visi merupakan gambaran atau tujuan suatu lembaga atau perusahaan dimasa yang akan datang. Misia adalah cara lembaga atau perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah visi dan misi toyota.

Visi : Menjadi perusahaan otomotif yang paling sukses dan dihormati di kawasan Asia Tenggara dengan memberikan pengalaman terbaik dalam kepemilikan kendaraan

Misi :
1.   Secara berkesinambungan menyediakan produk dan jasa yang berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pelanggan melalui program pemasaran yang terbaik
2.   Mengembangkan karyawan yang berkompeten dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk mendukung tercapainya kepuasan pelanggan
3.  Memperkuat kolaborasi dengan produsen, dealer utama dan dealer-dealer melalui komunikasi dan kerjasama yang lebih baik.
4.  Untuk mengembangkan operasi perusahaan yang sehat dalam segala aspek, misalnya  pemenuhan peraturan, lingkungan dan lain-lain.

6.        Toyota Way

Toyota Way adalah filosofi atau pedoman atau bisa disebut juga prinsip manajemen yang diterapkan di perusahaan Toyota. Filosofi ini terdiri dari berbagai hal termasuk Toyota Production System atau sistem produksi toyota. Berikut penjelasan 14 prinsip The Toyota Way yang terbagi dalam beberapa bagian.
1. Filosofi Jangka Panjang (Bagian I):
Prinsip 1: Prinsip Toyota Way yang pertama adalah berhubungan dengan keputusan. Keputusan manajemen didasarkan pada filosofi jangka panjang walau harus mengorbankan keuangan jangka pendek, dari sini bisa dilihat bahwa yang menjadi fokus Toyota adalah perjalanan dan hasil untuk jangka panjang yang lebih penting dari hasil jangka pendek, dengan demikian perusahaan akan terus berkembang untuk kedepannya

2. Proses Benar Memberikan Hasil Benar (Bagian II)
Prinsip 2: Menciptakan sebuah proses yang berkelanjutan sehingga akan mengangkat semua permasalahan ke permukaan. Toyota memang selalu menciptakan proses kerja yang berkelanjutan sehingga tidak ada waktu kosong (idle). Bila perlu proses kerja yang ada akan didesain ulang agar bisa melihat permasalahan apa yang telah terjadi.
Prinsip 3: Menggunakan sistem “tarik” (pull) agar produksi tidak berlebih.
Berikan pelanggan dengan apa yang mereka inginkan pada saat waktu yang mereka butuhkan serta dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Prinsip 4: Meratakan beban kerja, berkejalah layaknya seekor kura-kura dan tidak seperti seekor kelinci. Semua beban kerja akan diratakan kepada setiap sumber daya yang ada. Biar lambat, semua beban terselesaikan dengan baik.
Prinsip 5: Membangun budaya untuk berhenti memperbaiki masalah dengan demikian maka kualitas terbaik akan diperoleh dari awal. Bagi pelanggan, kualitas adalah nomor satu. Oleh karena itu, hindari kebiasaan untuk memperbaiki masalah dimana hal ini akan membuat kualitas terbaik dari awal produksi.
Prinsip 6: Tugas dan proses terstandar adalah sebuah dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan untuk pemberdayaan karyawan. Metode yang sudah terbukti stabil bisa digunakan terus menerus secara berulang-ulang tanpa melupakan aspek perbaikan jika dibutuhkan sehingga dari mulai tugas, proses dan kemampuan karyawan akan terus menjadi baik.
Prinsip 7: Menggunakan pengendalian secara visual sehingga tidak akan ada masalah tersembunyi. Indikator yang dapat divisualkan secara sederhana akan membantu semua komponen menyelesaikan tugas dan masalahnya. Prinsip yang menyimpang dari filosofi akan mudah diketahui.
Prinsip 8: Hanya menggunakan teknologi handal yang sudah teruji guna melayani semua orang dan proses. Ya, hanya menggunakan teknologi terpercaya dan teruji untuk membantu semua orang serta membantu proses yang ada.

3. Menambah Nilai Perusahaan Dengan Cara Mengembangkan Orang Serta Mitra Kerja (Bagian III)
Prinsip 9: Mengembangkan seorang pemimpin untuk benar-benar memahami tugas atau pekerjaannya, menjiwai secara dalam filosofi yang sudah ditetapkan, dan mengajarkannya kepada yang lain. Lebih baik untuk mengembangkan pemimpin dari dalam perusahaan sendiri bukan dengan cara mendatangkan dari luar. Tentu hal ini lebih baik dilihat dari banyak hal.
Prinsip 10: Mengembangkan orang dan tim yang memiliki kemampuan yang bisa menganut filosofi perusahaan. Budaya dan sistem yang kuat serta stabil akan membuat seluruh sumber daya manusia menjiwai dan mengikutinya. Selanjutnya, latih diantara mereka yang memiliki kemampuan luar biasa untuk dikembangkan lebih maju.
Prinsip 11: Hormati atau respek kepada jaringan mitra serta pemasok anda dengan cara memberikan mereka tantangan baru serta membantunya untuk melakukan peningkatan., menghormati mitra dan pemasok adalah kewajiban, namun dengan cara memberi mereka tantangan yang akan membuat mereka melakukan peningkatan.

4. Menyelesaikan Akar Permasalahan Secara Terus-Menerus Untuk Mendorong Pembelajaran Organisasi (Bagian IV)
Prinsip 12: Turun langsung untuk melihat sendiri situasi dan kondisi sebenarnya (genchi genbutsu).
Prinsip 13. Mengambil keputusan dengan perlahan dengan cara konsensus, serta seksama dalam mempertimbangkan pilihan dan implementasikan atau menerapkan keputusan secara cepat (nemawashi).
Prinsip 14. Menjadi sebuah perusahaan pembelajar dengan cara refleksi pada diri secara terus menerus (hansei) serta peningkatan yang berkesinambungan (kaizen).




Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional
https://id.wikipedia.org/wiki/Toyota
https://www.academia.edu/7835654/Visi_dan_Misi_TOYOTA_Visi
https://www.liputan6.com/otomotif/read/3238939/tahukah-anda-sejarah-oval-di-logo-toyota
https://koinworks.com/blog/prinsip-toyota-way/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar