TUGAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(PERUSAHAAN
MULTINASIONAL TOYOTA)
Disusun Oleh:
Nama : Mohamad Yusuf
NPM : 34416481
Kelas : 3ID11
Dosen : Adi
Pramudyo
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI
INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019
1.
Perusahaan
Multinasional
Perusahaan
multinasional adalah perusahaan yang berkembang atau berusaha di banyak negara,
biasanya perusahaan ini sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor
atau pabrik di berbagai negara. Perusahaan multinasional biasanya memiliki
sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. Contoh
perusahaan multinasional yaitu Toyota. Toyota adalah sebuah pabrikan mobil yang
berasar dari Jepang, yang berpusat di Toyota, Aichi saat ini. Toyota adalah
sebuah pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.
2.
Sejarah Toyota
Toyota berdiri pada
September 1933. Perusahaan yang memproduksi 1 mobil tiap 50 menit ternyata
menggunakan penamaan Toyota karena lebih mudah penyebutannya daripada memakai
nama keluarga pendirinya yaitu Toyoda. Sakichi Toyoda lahir pada Februari 1867
di Shizuoka, Jepang. Sakichi Toyoda dikenal sebagai penemu sejah berusiah
belasan tahun, pada usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun, kemudian
mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yaitu Toyota Automatic
Loom Works, Ltd pada November 1926..Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang
terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi
kalangan masyarakat Jepang. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam
bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik.
Tahun 1936 Toyota
meluncurkan mobil penumpang pertamanya mereka yaitu Toyoda AA. Model ini
dikembangkan dari prototype model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan
ini diharapkan menjadi mobil rakyat. Toyota kemudian berkembang menjadi
penghasil kendaraan tangguh pada tahu 1940, Toyota sibuk mengembangkan
permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan
Nagoya. Pada tahun 1947, penjualan mobil Toyota di dalam negeri sudah mencapai
100.000 kendaraan.Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar di dunia dalam unit
sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8 sampai 8,5
juta unit mobil di seluruh dunia setiap tahunnya.
3.
Logo Toyota
Logo adalah suatu
gambar atau sketsa yang mempunyai arti tertentu, dan dapat dapat memberi sebuah
arti dari perusahaan tersebut. Tahun 1989 Toyota memutuskan untuk membuat dua
lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga menjelaskan
tentang semangat pemahaman dalam desain. Lingkaran ketiga itu sekaligus
mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai
bukti menjaga dan memengaruhi sekelilingnya. Berikut adalah logo Toyota.
Pada logo tersebut, ada dua faktor yang membawa masa depan yang cerah.
Pertama, visual yang kuat sehingga mudah untuk dipahami oleh masyarakat luas
bahwa logo ini milik Toyota. Kedua, bentuk oval yang mirip sebuah bola dunia
yang artinya toyota siap untuk menjadi perusahaan otomotif internasional, jika diperhatikan,
ada tiga bentuk oval pada logo toyota yang digabungkan dalam susunan simetris
horizontal. Dua oval yang berada di dalam oval besar, menggambarkan jantung pelanggan
dan jantung perusahaan, selain itu, terlihat huruf T pada dua oval di dalam oval besar yang
merupakan simbol untuk Toyota, pada oval bagian luar atau paling besar,
menggambarkan bola dunia yang merangkul Toyota didalamnya. Ruang kosong pada
latar belakang logo, menunjukkan nilai yang tak terbatas dan hendak disampaikan
kepada pelanggan. Kedua oval tersebut sebagai hubungan yang saling
menguntungkan, serta saling percaya antara Toyota dan pelanggan.
4.
Kepemimpinan Toyota.
Berikut adalah kepemimpinan toyota yaitu,
presiden toyota motor industries, presiden toyota motor comporation, danceo
toyota motor corporation.
Presiden Toyota Motor Industries:
Rizaburo Toyoda (1937–1941)
Kiichiro Toyoda (1941–1950)
Taizo Ishida (1950–1961)
Fukio Nakagawa (1961–1967)
Eiji Toyoda (1967–1982)
Presiden Toyota Motor Corporation:
Eiji Toyoda (1967–1981)
Shoichiro Toyoda (1982–1992)
CEO Toyota Motor Corporation:
Dr. Tatsuro Toyoda (1992–1995)
Hiroshi Okuda (1995–1999)
Fujio Cho (1999–2005)
Katsuaki Watanabe (2005–2009)
Akio Toyoda (2009-sekarang)
Ketua Toyota Motor Corporation:
Shoichiro Toyoda (1992–1999)
Hiroshi Okuda (1999–2006)
Fujio Cho (2006-sekarang)
5.
Visi dan Misi Toyota.
Visi merupakan gambaran atau tujuan suatu lembaga atau perusahaan dimasa
yang akan datang. Misia adalah cara lembaga atau perusahaan untuk mencapai
tujuan tersebut. Berikut adalah visi dan misi toyota.
Visi : Menjadi perusahaan otomotif yang
paling sukses dan dihormati di kawasan Asia Tenggara dengan memberikan
pengalaman terbaik dalam kepemilikan kendaraan
Misi :
1. Secara berkesinambungan menyediakan
produk dan jasa yang berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pelanggan
melalui program pemasaran yang terbaik
2. Mengembangkan karyawan yang berkompeten
dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk mendukung tercapainya
kepuasan pelanggan
3. Memperkuat kolaborasi dengan produsen,
dealer utama dan dealer-dealer melalui komunikasi dan kerjasama yang lebih baik.
4. Untuk
mengembangkan operasi perusahaan yang sehat dalam segala aspek, misalnya
pemenuhan peraturan, lingkungan dan lain-lain.
6.
Toyota Way
Toyota Way adalah
filosofi atau pedoman atau bisa disebut juga prinsip manajemen yang diterapkan
di perusahaan Toyota. Filosofi ini terdiri dari berbagai hal termasuk Toyota
Production System atau sistem produksi toyota. Berikut penjelasan 14 prinsip
The Toyota Way yang terbagi dalam beberapa bagian.
1. Filosofi Jangka Panjang (Bagian I):
Prinsip 1: Prinsip Toyota Way yang
pertama adalah berhubungan dengan keputusan. Keputusan manajemen didasarkan
pada filosofi jangka panjang walau harus mengorbankan keuangan jangka pendek,
dari sini bisa dilihat bahwa yang menjadi fokus Toyota adalah perjalanan dan
hasil untuk jangka panjang yang lebih penting dari hasil jangka pendek, dengan
demikian perusahaan akan terus berkembang untuk kedepannya
2. Proses Benar Memberikan Hasil Benar
(Bagian II)
Prinsip 2: Menciptakan sebuah proses
yang berkelanjutan sehingga akan mengangkat semua permasalahan ke permukaan.
Toyota memang selalu menciptakan proses kerja yang berkelanjutan sehingga tidak
ada waktu kosong (idle). Bila perlu proses kerja yang ada akan didesain ulang
agar bisa melihat permasalahan apa yang telah terjadi.
Prinsip 3: Menggunakan sistem “tarik”
(pull) agar produksi tidak berlebih.
Berikan pelanggan dengan apa yang mereka
inginkan pada saat waktu yang mereka butuhkan serta dengan jumlah yang sesuai
dengan kebutuhan mereka.
Prinsip 4: Meratakan beban kerja,
berkejalah layaknya seekor kura-kura dan tidak seperti seekor kelinci. Semua
beban kerja akan diratakan kepada setiap sumber daya yang ada. Biar lambat,
semua beban terselesaikan dengan baik.
Prinsip 5: Membangun budaya untuk
berhenti memperbaiki masalah dengan demikian maka kualitas terbaik akan
diperoleh dari awal. Bagi pelanggan, kualitas adalah nomor satu. Oleh karena
itu, hindari kebiasaan untuk memperbaiki masalah dimana hal ini akan membuat
kualitas terbaik dari awal produksi.
Prinsip 6: Tugas dan proses terstandar
adalah sebuah dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan untuk
pemberdayaan karyawan. Metode yang sudah terbukti stabil bisa digunakan terus
menerus secara berulang-ulang tanpa melupakan aspek perbaikan jika dibutuhkan
sehingga dari mulai tugas, proses dan kemampuan karyawan akan terus menjadi
baik.
Prinsip 7: Menggunakan pengendalian
secara visual sehingga tidak akan ada masalah tersembunyi. Indikator yang dapat
divisualkan secara sederhana akan membantu semua komponen menyelesaikan tugas
dan masalahnya. Prinsip yang menyimpang dari filosofi akan mudah diketahui.
Prinsip 8: Hanya menggunakan teknologi
handal yang sudah teruji guna melayani semua orang dan proses. Ya, hanya
menggunakan teknologi terpercaya dan teruji untuk membantu semua orang serta
membantu proses yang ada.
3. Menambah Nilai Perusahaan Dengan Cara
Mengembangkan Orang Serta Mitra Kerja (Bagian III)
Prinsip 9: Mengembangkan seorang
pemimpin untuk benar-benar memahami tugas atau pekerjaannya, menjiwai secara
dalam filosofi yang sudah ditetapkan, dan mengajarkannya kepada yang lain.
Lebih baik untuk mengembangkan pemimpin dari dalam perusahaan sendiri bukan
dengan cara mendatangkan dari luar. Tentu hal ini lebih baik dilihat dari
banyak hal.
Prinsip 10: Mengembangkan orang dan tim
yang memiliki kemampuan yang bisa menganut filosofi perusahaan. Budaya dan
sistem yang kuat serta stabil akan membuat seluruh sumber daya manusia menjiwai
dan mengikutinya. Selanjutnya, latih diantara mereka yang memiliki kemampuan
luar biasa untuk dikembangkan lebih maju.
Prinsip 11: Hormati atau respek kepada
jaringan mitra serta pemasok anda dengan cara memberikan mereka tantangan baru
serta membantunya untuk melakukan peningkatan., menghormati mitra dan pemasok
adalah kewajiban, namun dengan cara memberi mereka tantangan yang akan membuat
mereka melakukan peningkatan.
4. Menyelesaikan Akar Permasalahan
Secara Terus-Menerus Untuk Mendorong Pembelajaran Organisasi (Bagian IV)
Prinsip 12: Turun langsung untuk melihat
sendiri situasi dan kondisi sebenarnya (genchi genbutsu).
Prinsip 13. Mengambil keputusan dengan
perlahan dengan cara konsensus, serta seksama dalam mempertimbangkan pilihan
dan implementasikan atau menerapkan keputusan secara cepat (nemawashi).
Prinsip 14. Menjadi sebuah perusahaan
pembelajar dengan cara refleksi pada diri secara terus menerus (hansei) serta
peningkatan yang berkesinambungan (kaizen).
Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional
https://id.wikipedia.org/wiki/Toyota
https://www.academia.edu/7835654/Visi_dan_Misi_TOYOTA_Visi
https://www.liputan6.com/otomotif/read/3238939/tahukah-anda-sejarah-oval-di-logo-toyota
https://koinworks.com/blog/prinsip-toyota-way/