Budaya
Mohamad Yusuf
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan
suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian Budaya dengan pendapat para Ahli
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville
J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan,
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan Yang ada di Madura
Untuk kebudayaan masyarakat Madura
sendir berbeda dengan kebudayaan masyarakat lainnya, termasuk dengan kebudayaan
Jawa Timur (Surabaya, Malang dll) meskipun Madura masih satu provinsi dengan
mereka. Masyarakat Madura memiliki corak, karakter dan sifat yang berbeda
dengan masyarakat Jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat Madura
disegani, dihormati bahkan “ditakuti” oleh masyarakat yang lain.
Kebaikan yang diperoleh oleh masyarakat
atau orang Madura akan dibalas dengan serupa atau lebih baik. Namun, jika dia
disakiti atau diinjak harga dirinya, tidak menutp kemungkinan mereka akan
membalas dengan yang lebih kejam. Banyak orang yang berpendapat bahwa
masyarakat Madura itu unik, estetis dan agamis. Dapat dibuktikan dengan
banyaknya masjid-masjid megah berdiri di Madura dan tidak hanya itu saja,
kebanyakan masyarakat Madura termasuk penganut agama Islam yang tekun, ditambah
lagi mereka juga berusaha menyisihkan uangnya untuk naik haji. Dari hal
tersebut tidak salah kalau masyarakat Madura juda dikenal sebagai masyarakat
santri yang sopan tutur katanya dan kepribadiannya.
Untuk kesenian sendiri Madura memiliki
beberapa kesenian tradisional seperti karapan sapi, topeng, keris, batik,
celuret, kleles dan tuk-tuk. Karapan sapi adalah perlombaan pacuan sapi yang
sudah berlangsung sejak dulu. Karapan sapi juga dapat menaikkan setatus social
pemilik sapi bila sapi miliknya bisa juara dalam perlombaan tersebut.
Karapan sapi didahului dengan mengarak
pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura
yang dinamakan saronen. Para pemusik seronen ini bertugas sebagai alat
penyemangat anggota kontingen bersrta sapi-sapinya sebelum karapan dimulai.
Kleles adalah alat yang dipakai
untuk pasangan sapi yang dikerap agar keduanya dapat lari bersamaan sedangkan
pada bagian buritan adalah tempat duduk joki (pengemudi si sapi), yang akan
mengendalikan arah dan larinya sapi. Tuk-tuk sebagai instrument pengiring pada
saat kerap sedang dibawa keliling maupun pada saat sedang berlangsung
perlombaan kerapan sapi.
Pakaian adat Madura untuk pria sangat identik dengan motif
garis-garis yang biasanya berwarna merah dan putih dan memakai ikat kepala.
Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yaitu clurit.
Untuk rumahnya sendiri, masyarakat Madura kebanyakan rumahnya
hamper mirip rumah Jawa (Joglo), karena bila dilihat dari sejarahnya Jawa masih
ada ikatan dengan Madura maka ada sangkut paut dengan kebudayaan, antara budaya
Jawa dengan budaya Madura.
Dari materi di atas saya dapat menyimpulkan,budaya
adalah suatu cara hidup yang bekembang yang dimiliki secara bersama dengan cara
bekelompok yang di wariskan dari generasi ke generasi yang bersifat luas dan
beragam,beragam karena mempunyai perbedaan masingmasing contohnya agama dalam
budaya pun beragama berbedabeda ada yang
Islam,Kristen,Hindu,Budah dll.Berpakaiam pun setiap daerah berbedabeda.
Contohnya dari budaya Madura yang mayoritas
dengan beragama Islam,dan mempunyai kesenian tradisional yaitu karapan sapi,dan
Madura mempunyai ciri khas berpakaian yaitu dengan kaos garisgaris merah dan
putih dengan memakai ikat kepala.
Walaupun budaya kita berbedabeda kita tetap di
ikatkan dengan Bhineka Tunggal Ika yang artinya walaupun kita berbedabeda tapi
kita tetap satu juga.Dengan adanya ikatan tersebut kita sebagai warga Negara
tidak boleh saling mengejek atau mengucilkan satu sama lain.Dan kita sebegai
generasi penerus tetap harus melestarikan budaya kita masingmasing.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar