TUGAS
SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN
MATERI PEBIAYAAN USAHA BARU
Disusun
Oleh :
Nama / NPM : Mohamad
Yusuf / 34416481
Kelas : 4ID11
Mata Kuliah : Kewirausahaan #
Dosen :
Dini Tri Wardani
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2020
MATERI PEMBIAYAAN USAHA BARU
Semakin berkembangnya aktivitas bisnis sekarang ini
maka keperluan akan modal atau dana bagi pelaku usaha. Mengembangkan suatu usaha
baru akan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit karena begitu banyak
sehingga harus melakukan suatu usaha kerjasama dengan pihak lain dalam
pencarian modal usaha sebanyak – banyaknya jika sudah mempunyai modal yang
memungkinkan maka akan meringankan beban.
1.
Masalah – Masalah Dalam
Pencarian Modal Usaha
Beberapa masalah yang sering ditemui
dalam pencarian modal antara lain :
a.
Kurangnya ketajaman bisnis. (
misal : tidak jeli melihat peluang,tidak dapat mengadaptasi dengan
baik). Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan,tidak akan
menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa
diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan
setiap waktu.
b.
Kurangnya pengalaman bisnis. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
mengkoordinasikan,keterampilan mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan. Pengalaman yang cukup bisa menjadikan
peluang usaha yang baik.
c.
Harus dapat mengidentifikasi
lebih dahulu kebutuhan modal. (baik secara finansial maupun berupa mesin).
Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan
efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak
efisien dan efektif.
d.
Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian
investasi. Kurang dapat mengendalikan keuangan.agar perusahaan dapat berhasil
dengan baik,faktor yang paling utama dengan keuangan adalah memelihara aliran
kas,mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam
memelihara aliran khas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan
perusahaan tidak lancar.
e.
Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha.tidak kompeten
dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan
mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang
berhasil.
Masalah yang berkaitan
dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
a.
Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan membuat para wirausahawan
gagal dalam menjalankan usahanya. Hal ini menyebabkan adanya faham budaya
feodal warisan kolonialisme jaman dahulu yang menganggap bahwa menjadi
wirausahawan lebih banyak resiko yang mesti ditanggung,beda dengan menjadi
seorang karyawan atau buruh yang hanya memikirkan pekerjaan.resiko bisnis yang
terlalu tinggi,tingkat keuntungan dan pengembangan investasi yang rendah.
b.
Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti, juga disebabkan karena tidak
kompetennya dalam manajerial.tidak kompeten atau tidak memiliki pengetahuan
mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang
berhasil.
c.
Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis dalam kemampuan
mengkoordinasikan,mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan.
d.
Prefrensi dari pemodal yang mengaharuskan adanya proyeksi laba dan
proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi.
e.
Kurangnya hubungan dengan sumber – sumber modal mengakibatkan sulitnya
wirausahawan untuk mengembangkan usahanya.
2.
Pembiayaan Bisnis
Sebelum melakukan pembiayaan bisnis,seorang
wirausahawan haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi,yaitu :
a.
Identifikasi usaha yang akan dijalankan
b.
Identifikasi sumber pembiayaan, identifikasi sumber pembiayaan dibagi
menjadi dua :
1. Internal (modal perusahaan)
2 .Eksternal (investor atau kredit bank)
Tahapan – tahapan pembiayan
bisnis
A. Pembiayaan tahap awal :
a.
Pembiayaan pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif
kecil.
b. Pembiayaan/pendanaan pemula pengembangan
produk dan pemasaran awal.
B.
Pendanaan ekspansi atau
pengembangan,merupakan tahapan dimana modal atau dana yang diperoleh dari
sumber pembiayaan internal ataupun eksternal digunakan untuk mengembangkan dan
memperluas usaha tersebut.
C.
Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts, adalah akuisisi ( biasanya
perusahaan,tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estate) yang harga
belinya dibantu oleh gabungan saham dan utang dan yang arus kas atau aset
targetnya dipakai untuk menjamin dan melunasi utang.karena utang biasanya
memiliki biaya modal yang lebih rendah daripada saham,imbal balik saham
meningkat seiring peningkatan utangnya. Utang tersebut otomatis menjadi
dongkrak untuk menambah imbal balik yang menjadi asal usul istilah LBO.
Menetapkan Prioritas Bisnis
Dalam menentukan pembiayaan modal,wirausahawan harus
menentukan jumlah dana maupun waktu yang
dibutuhkan,disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan
menengah kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar
yang mempunyai potensi untuk berkembang.tahapan pendanaan bisnis adalah :
1. Pembiayaan tahap awal :
2. Pendanaan ekspansi atau
pengembangan
3. Pembiayaan akuisisi dan
leveraged buyouts.
Pembiayaan tahap awal biasanya sangat sulit dan sangat mahal didapatkan. Sedangkan
pembiayaan ekspansi dan perkembangan lebih mudah diperoleh. Pembiayaan dalam
pengembangan bisnis sifatnya lebih sfesisik. Untuk mendapatkan modal perlu
mengetahui berapa banyak kebutuhan finansial perusahaan. Perencanaan fasilitas
terdiri dari likuiditas dan laba yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas
perusahaan dimasa depan. Proyeksi laba juga memiliki keabsahan independent
sebagai laporan rugi laba dimasa depan.
Uang merupakan bentuk kekuasaan yang fleksibel,tetapi
cara untuk mendapatkan kekuasaan tersebut bisa dilakukan dengan cara lain untuk
mengganti pengeluaran uang dengan pembagian sejumlah tertentu saham untuk
menarik orang yang mungkin keahliannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
Sebagian besar investor pemodal mempunyai ketidaksukaan yang besar terhadap
resiko. Prosedur analisa dan penyaringan yang dilakukan investor untuk
meminimalisasi dua jenis resiko :
1. Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya
modal.
2. Resiko hilangnya waktu yang digunakan untuk proyek yang tidak
produktif.
3.
Penentuan Hubungan Finansial
Perusahaan
Sebelum melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan
melakukan identifikasi awal,dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang
dibutuhkan. Selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan finansial
yaitu :
1.
Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas
perusahaan).
2.
Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba).
Serta wirausaha juga perlu menentukan hubungan
finansial perusahaan yang dilakukan dengan cara penentuan kebutuhan kas untuk
memulai usaha,diantaranya melalui beberapa pendekatan seperti :
a. Pendekatan
pendapatan.
Mengembangkan
jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan
tahunan.
c.
Pendekatan tingkat sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal
yang dibutuhkan untuk mendukung sewa yang dimaksud.
d.
Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksud
untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien.
Penentuan
kebutuhan kas bagi perusahaan yang sudah ada dilakukan dengan :
a.
Proyeksi laporan rugi laba adalah suatu gambaran salah satu laporan
keuangan dalam akuntasi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami
laba atau rugi dalam suatu periode akuntansi.
b.
Proyeksi laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam
akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu
perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva,utang dan
modal pemilik perusahaan.
c.
Proyeksi arus kas menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas
masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.
d.
Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas.
4.
Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk
menentukan volume penjualan yang harus dicapai,agar tercapai posisi
impas/pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi tidak juga menderita
rugi). Analisa pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang
mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan
berbagai tingkat produksi, unsur – unsur dasar analisa pulang pokok :
a.
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang umumnya selalu konstan,bahkan
dimasa sulit. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahan – perubahan dalam
aktivitas operasi sampai pada kondisi tertentu,kondisi dimana sesuai dengan
kapasitas yang tersedia. Contoh : misalkan anda punya usaha toko komputer,biaya
untuk menggaji karyawan yang jaga toko adalah 500 ribu perbulan.mau yang beli
komputer dalam sehari ada 10 orang atau tidak ada yang beli sama sekali, biaya
yang harus anda keluarkan tidak berubah,yaitu 500 ribu untuk menggaji
karyawan anda,oleh sebab itu 500 ribu
tersebut merupakan biaya tetap.
b.
Biaya variable (variable cost) adalah biaya yang umunya berubah – ubah
sesuai dengan volume bisnis. Makin besar volume penjualan anda,makin besar pula
biaya yang harus anda keluarkan.contoh : (biaya bahan baku dan biaya tenaga
kerja dalam pembuatan sebuah produk adalah biaya variable) misalnya pembuatan
sebuah baglog membutuhkan biaya Rp. 1500 rupiah untuk bahan bakunya dan 500
rupiah untuk tenaga kerja yang membuatnya. Maka biaya variable dari baglog
tersebut adalah 2000 rupah per unitnya. Total biaya variablenya bisa berubah –
ubah,bergantung berapa banya baglog yang bisa dibuat oleh si buruh. Jika si
buruh ganya mampu membuat 10 baglog,maka total biayanya adalah Rp. 2000 x 10
unit = Rp. 20.000,00. Jika hanya mampu membuat 1 buglog maka Rp.2000 x 1 = Rp.
2000. Biaya ini dikatakan biaya variable,kerena berubah – ubah tergantung pada
volume bisnis tersebut.
c.
Biaya tetap. Adalah keseluruhan
biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi. Dimana TC = TFC + TVC
d.
Pendapatan total, adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan
barang ataupun outputnya.
e.
Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan dengan belanja. Dalam
ekologi ada dua macam keuntungan : (a) keuntungan sinergis, didapat karena
efisiensi artinya melakukan produksi dengan cara yang lebih murah sehingga
keuntungan yang didapat menjadi lebih banyak, (b) keuntungan transfer adalah keuntungan yang didapat dengan
memberikan kerugian kepada pihak – pihak lain. Misalnya kerugian polusi,limbah
dan sebagainya (relasi tak- sadar).
f.
Kerugian, merupakan masalah utama
yang harus dihadapi oleh wirausahawan oleh karenanya para pengusaha harus tahu
betul titik kelemahan dan kerugian tersebut
g.
Titik pulang pokok, yaitu dimana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan
dan tidak mendapatkan kerugian.
Rumus Perhitungan Impas :
a). Dalam satu unit terjual = biaya tetap / (harga@ - biaya variable @)
b). Dalam penjualan rupiah = biaya tetap 1/ - (biaya variabel @ / harga
@)
5.
Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelum melakukan pencarian modal usaha,seorang
wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakan penilaian terhadap kelayakan
usahanya tersebut pencarian sumber modal
usaha tersebut berasal dari :
a.
Modal perusahaan
b.
Modal patungan ( perusahaan dengan investor)
c.
Modal dari investor
d.
Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua kategori keuangan yaitu : pribadi
dan masyarakat.
6.
Hubungan Dengan Pemodal
Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangatlah penting
dikarenakan pemilik modal adalah seseorang yang penting dalam kelangsungan
dalam suatu usaha. Berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal
diantaranya :
a.
Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal.
b.
Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang.
c.
Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian
atau pengembalian modal.
7.
Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan harus melakukan penilaian tertentu terhadap kinerja
manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha
dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan,diantaranya seperti :
a.
Laporan rugi / laba adalah gambaran suatu laporan keuangan dalam
akuntansi yang menggambarkan apakah suat perusahaan mengalami laba atau rugi
dalam satu periode akuntansi.
b.
Laporan neraca adalah suatu
laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadana keuangan secara
sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan
dafta aktiva,utang dan modal pemilik perusahaan.
c.
Laporan perubahan modal merupakan salah satu bentuk laporan keuangan
yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya
modal selama dalam masa periode
tertentu.
d.
Laporan arus kas menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas
masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.Melakukan evaluasi
eksternal ( melalui angket /
kuis),bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.
